Wednesday, March 10, 2010

these are my wonderwalls

..many things that I would like to say..

Archive for the ‘Wonder Movies’ Category

Yes Man

Posted by nDoet On May - 29 - 2009

yessssman

Directed By : Peyton Reed

Starring : Jim Carrey, Zooey Deschanel, Bradley Cooper, Terence Stamp




Carl Allen (Jim Carrey), seorang pria kesepian yang masih belum bisa melupakan perceraiannya. Sudah 3 tahun berlalu, Ia masih saja berduka sepanjang waktu. Bahkan sahabat karibnya Peter (Bradley Cooper) tidak berhasil untuk mengajaknya having fun.Dia selalu mencari-cari alasan dan pada akhirnya mengatakan Tidak!


Demikan pula di karirnya. Carl sudah bekerja selama 5 tahun di sebuah bank dengan posisi jabatan yang sama. Dan lama kelamaan semua ini menjadi rutinitas yang membosankan.


Hingga suatu hari, saat Carl sedang terduduk lesu –dikarenakan tidak mendapat jatah promosi jabatan-, datang seorang teman lama dan mengenalkannya pada sebuah seminar Yes! Sebuah seminar yang mengajak para anggotanya untuk selalu mengatakan Ya! pada segalanya.


Dan sejak mengikuti seminar Yes! itulah,  hidup Carl perlahan-lahan mulai menjadi penuh warna - warni.


Ini adalah film komedi terbaru Jim Carrey, dimana ia kembali menampilkan gaya goofy, konyol, dengan muka plastiknya. Ia juga melakukan banyak adegan stunt-nya sendiri di film ini, salah satunya yang paling extreem adalah bungee jumping. Zooey Deschanel yang berperan sebagai Allison, love interest Carl di film ini juga bermain bagus. She’s so adoreable. Usia yang terpaut cukup jauh antara Zooey ni Jim Carrey tidak menghilangkan chemistry diantara mereka.


Yes Man sebuah film komedi yang menghibur sekaligus memiliki pesan moral yang mudah – mudahan dapat menginspirasi penontonnya untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Membuat hidup lebih hidup (bukan titipan sponsor loh!!)


So, start saying Yes to Life.


9/10

Terminator Salvation

Posted by nDoet On May - 29 - 2009

SPOILER ALERTS !!!

terminator-salvation-01

Director : McG

Genre : Action | Adventure | Sci-Fi

Starring : Chritian Bale, Sam Worthington, Anton Yelchin, Moon Bloodgood, Bryce Dallas Howard

Di Terminator Salvation, kita di bawa ke tahun 2018, dimana peradaban manusia telah hancur dan dunia dikuasai oleh mesin (robot). John Connor memimpin manusia - manusia yang masih bertahan untuk melakukan perlawanan pada mesin - mesin tersebut.

Tak seperti yang saya harapkan, film ini lebih berfokus pada usaha John Connor (Christian Bale) dalam mencari Kyle Reese (Anton Yelchin). Hal ini berdasarkan rekaman dari Sarah Connor, bahwa John harus mencari Kyle dan mengirimnya ke masa lalu.  Kyle Reese ini adalah tokoh yang muncul di Terminator 1 yg akan melindungi Sarah Connor dari kejaran robot Terminator yg akan membunuhnya. Dia jugalah yang nantinya menjadi ayah biologis John Connor. Lebih lengkapnya tonton lagi saja Terminator 1.

Lalu ada satu lagi satu sosok bernama Marcus Wright (Sam Worthington) yang cukup memegang peranan penting akan nasib masa depan dunia (baca John Connor). Dan John haru membuat keputusan penting akankah ia mempercayai Marcus atau tidak.

Belum ada itu perang besar-besaran yang akan mengakhiri segalanya. Mungkin nanti di Terminator 5 (ngarep mode on!). Jadi bisa dibilang, selain sebagai sequel film Terminator 3, film ini adalah juga sebagai prequel film Terminator 1.

Tapi jangan pesimis dulu, filmnya cukup seru kok. Dengan spesial efek ciamik, actionnya tetap layak ditonton. Style yg di pakai McG mirip seperti Style Terminator 2-nya James Cameron. Dari segi akting, tidak ada yang istimewa dari Christian Bale. Yang mencuri perhatian adalah Sam Worthington (walau kadang aksen Australi-nya masih suka nongol dikit2) sama Anton Yelchin.

8/10

(Reza Ndoet)

Hilangnya Film2 Baru (Impor/Hollywood) di Bioskop ?

Posted by nDoet On March - 16 - 2009

Yah hampir 2 - 3 minggu ini, film2 impor di bioskop2 terutama 21/XXI tidak ada update yg berarti. Mana Watchmen ? Mana Dragon Ball Evolution ? Mana Street Fighter ? Dll. Yg ada hanya film2 yg dah berumur lawas macam Seven Pounds, Defiance (bused!), Valkryie. Kalaupun ada yg baru, film2 tersebut termasuk kategori telat rilis, dengan dvd - dvd copy kualitas ori yg udah beredar (contoh Passenger-nya Anne Hathaway) dan film2 indonesia yg buat gw gak jelas bgt. Jujur aja, hanya 1-2 judul film Indonesia aja yg benar2 menarik buat gw.

Jawaban dari lambatnya film2 baru hollywood nongol di bioskop2 kita ternyata gw temui di artikel ini :

Selamat Datang Era “Assembling” Film

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono baru saja mengambil langkah penting untuk mendorong dan memantapkan tumbuhnya industri film dalam negeri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Permenbudpar) Nomor: PM.55/PW.204/MKP/2008, tertanggal 25 November 2008, tentang pemanfaatan jasa teknik film dalam negeri dalam kegiatan pembuatan dan penggandaan film nasional, serta film impor.

Munculnya peraturan ini sudah lama diperjuangkan dan dinantikan oleh insan industri film di Tanah Air. Peraturan ini jelas akan memacu tumbuhnya industri film di dalam negeri, khususnya jasa teknik film hal mana akan mempermudah dan mengefisienkan proses pembuatan film nasional, serta memantapkan perkembangan industri film nasional.

Usaha jasa teknik sempat tertinggal perkembangannya akibat lahirnya era digital yang bersamaan dengan krisis multidimensional yang menimpa Indonesia dan merosotnya produksi film nasional selama beberapa tahun. Mestinya hal itu tidak perlu terjadi kalau penggandaan kopi film impor yang diputar di sini digandakan di dalam negeri. Saat industri film nasional mati suri, justru film impor merajai perbioskopan kita, bahkan keterusan sampai sekarang. Kopi filmnya juga didatangkan dari luar negeri, bukan hasil jasa teknik dalam negeri.

“Assembling” Film

Permenbudpar menetapkan, impor film asing seluloid hanya dapat dilaksanakan dalam bentuk master negatif atau dupe negatif film yang merupakan hasil reproduksi dari master negatif film. Impor film seluloid dalam bentuk master negatif atau dupe negatif itu dapat disertai dengan satu contoh kopi film jadi. Sedangkan penggandaan kopi film yang akan dipertunjukkan di Indonesia wajib menggunakan jasa teknik film di Indonesia.

Bioskop atau media elektronik dilarang mempertunjukkan atau menayangkan film nasional dan film impor sebelum dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Lulus sensor itu hanya untuk copy film hasil penggandaan perusahaan jasa teknik film dalam negeri yang telah memiliki izin usaha jasa teknik film.

Sekretaris Jenderal Gabungan Studio Film Indonesia (GASFI), Rudy S Sanyoto SE, yang juga menjadi Wakil Ketua BP2N (Badan Pertimbangan Perfilman Nasional) mengemukakan, munculnya Permenbudpar mengingatkan kita kepada kebijakan pemerintah dalam bidang otomotif pada tahun 1970-an. Ketika itu pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa mobil yang diimpor harus dalam bentuk S/CKD (semi/completed knocked down). Artinya, mobil yang masuk harus di-assembling di Indonesia dan mobil built-up tidak boleh lagi diimpor. Meskipun waktu itu industri otomotif tidak terlalu siap, pemerintah tetap teguh dengan kebijakannya. Hasilnya pun luar biasa. Lapangan kerja di bidang industri otomotif maju pesat.

Munculnya Permenbudpar bisa dibilang menjadi lahirnya assembling film di Tanah Air. [SP/Willy Hangguman]

Lonceng Kematian bagi Bioskop dan Film di Indonesia 2009

Pemilik Inter Studio, Rudy S. Sanyoto SE, mengibaratkan Permenbudpar dengan assembling mobil di Indonesia pada era 1970-an. Spontan disanggah HM Johan Tjasmadi, selaku Ketua LSF, “Mobil beda dengan film. Sebab mobil harus dibikin mulai dari mur, ban, sampai mesin. Kalau film sudah bisa dibuat secara utuh dari cerita, skenario, sampai penyutradaraan, tapi prossesingnya belum, harus di luar negeri. Lab dalam negeri belum siap, apalagi belum mendapatkan sertifikat ISO.”
Jadi kalaupun diwajibkan untuk segalanya dilakukan di dalam negeri, Tjasmadi menyarankan kebijakan dalam tiga tahapan;
1.Seluruh lab dalam negeri pada tahun pertama harus menyiapkan diri sampai mendapatkan ISO.
2.Mulai tahun kedua bisa mencetak film produksi dalam negeri dengan cukup sempurna.
3.Maka pada tahun ketiga, eksportir film dari luar negeri tanpa dipaksa pun akan bersedia memilih lab di Indonesia untuk mencetak copy.
“Kalau sekarang dipaksakan berlaku, segalanya bisa macet, impor film stop, bioskop tak mendapat pasokan lagi hingga satu persatu tutup,” tuntas Tjasmadi, “Dan pada gilirannya, karena sudah tiada bioskop lagi, film kita pun otomatis akan terhenti!”
Hatoek Soebroto selaku pemilik Mitra Lab sendiri merasa Permenbudpar tersebut tidak perlu. Terutama karena sebenarnya sudah menumpuk luber pekerjaan yang mesti diselesaikan, nyaris tak tertampung. Kalau tetap dipaksakan bisa sangat berbahaya.
Produser produktif dari StarVision, Ir Chand Parwes Servia membenarkan, “Berbahaya sekali. Dulu film Indonesia terlalu diproteksi, akibatnya malah mengalami mati suri pada tahun 1998. Sekarang setelah sepuluh tahun akan diproteksi lagi dengan cara yang tidak benar. Sangat bisa menewaskan perfilman nasional hanya demi kepentingan studio. Kapasitas lab dalam negeri tidak mencukupi. SDM-nya, mesinnya, akhirnya akan terjadi persaingan tidak sehat. Hakekatnya, otomotif bukan produk kreatif. Ingat, orang yang dipaksa akan merasa tidak nyaman hingga tidak kreatif lagi.”
Mengenai tugas LSF (Lembaga Sensor Film) yang mesti mencegat, semua film yang akan disensor harus diproses di dalam negeri, Parwez menyebut, “LSF ditujukan untuk perlindungan moral masyarakat, sekarang akan dimanfaatkan juga demi kepentingan dagang? Kami selalu mencetak di luar negeri, karena lab dalam negeri belum siap, belum waktunya!”
Nia Dinata, produser-sineas idealis dari Kalyana Shira Film, menyebut Permenbudpar sangat parah, “Peraturan tersebut tidak realistis karena untuk optical sound transfer belum ada di sini. Biasanya optical sound kami bikin di luar, hanya bikin dua married print, selebihnya untuk copy-copy berikut tentu di Indonesia. Kalau saja semua fasilitas sudah ada, juga jumlah lab film paling tidak sudah berdiri lima yang bagus dan kompeten, boleh saja bikin peraturan tersebut. Sekarang baru ada dua lab di Jakarta dan tidak bisa optical sound. Bangkok saja punya lima lab yang lebih memungkinkan sekarang.”
Sebagai sutradara laris yang memproduseri film-filmnya sendiri, Hanung Bramantyo mencela, “Itu keputusan yang tergesa-gesa. Mengingat secara SDM kita belum siap, semestinya yang diperlukan sekarang adalah alokasi pajak untuk membangun dan mensubsidi lab film.”
Jadi kapan sebaiknya Permenbudpar ini diwujudkan? “Mulai tahun 2015, setelah SDM dan infrastrukturnya memadai!” tegas sineas muda ini.
Ody Mulia Hidayat, produser Maxima Pictures yang memproduksi lima film per tahun, kontan menyetujui, “Tidak mungkin direalisir minggu depan! Memangnya kita sudah siap dengan sistem, alat, dan SDM-nya? Mari kita duduk sama-sama dan membahasnya dengan kepala dingin, jangan tergopoh-gopoh. Belajar dulu, umpama orang kuliah, perlu waktu enam tahunlah sedikitnya. Jadi kalau dicanangkan mulai 2009, mestinya menjadi 2015, baru bisa!”
Bagaimana pula dengan penggandaan copy film impor yang mesti dilakukan di lab dalam negeri? Tony Arif dari Camila Internusa Film (yang mengedarkan film-film major company dari Hollywood) berkomentar, “Permenbudpar tersebut terlalu prematur. Seharusnya disosialisasikan lebih dulu sambil mempersiapkan pabriknya yang harus canggih. Sebab film impor dari segi audionya amat hebat.”
Perkara teknis audio memang secara jujur diakui, lab dalam negeri belum nempil menggandakan Dolby, THX, apalagi program gambar 3-D? Rasanya mustahil perusahaan film luar mau meminjamkan master-copynya untuk digandakan di sini. Beberapa tahun lalu, pernah dicoba animasi panjang (untuk bioskop) Dora Emon diduplikasikan lab kita. Hasilnya warna tubuh si robot kucing masa depan bukannya biru cemerlang tapi bluwek keabu-abuan (!). Pembawa filmnya dari Jepang bengong melihat malih warna ini.
Deddy Mizwar selaku Ketua BP2N, menjawab pertanyaan penulis, “Tunggu Yan, hari Selasa depan, akan dikaji segala sesuatunya oleh BP2N, manfaat dan mudaratnya!”
Kesimpulan akhir penulis, bila Permenbudpar yang gegabah tersebut jadi dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari 2009, maka lonceng kematian telah ditabuh oleh Menbudpar Ir Jero Wacik untuk membunuh semua bioskop, dan menyusul juga secara langsung segera meremukkan film Indonesia …

Sumber!

Nah… dengan adanya aturan (Permenbudpar) Nomor: PM.55/PW.204/MKP/2008 itu, maka penggandaan film impor harus wajib musti dilakukan di indonesia, padahal dengan minimnya lab2 dan SDMnya, eksportir film hollywood (Motion Pictures Association) ga percaya dengan penggandaan yang dilakukan di indonesia. Akibatnya, mereka melakukan pending terhadap film-film yang seharusnya udah ditayangkan di indonesia. Misalnya Watchmen dan Dragonball Evolution. Bukan ga mungkin kalau kondisi seperti ini terus-menerus gak ditemukan solusi secepatnya, nanti film-film epic 2009 kayak X-Men Origins: Wolverine, Star Trek, Harry Potter dan bahkan TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN harus dipending penayangannya di indo.

TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK !!!

Slumdog Millionaire is Awesome !

Posted by nDoet On January - 19 - 2009

Gw nonton gara2 ni film menang Golden Globe 2009.. (Best Picture, Director, Screenplay n Original Score). Dan baru ngeh juga kalo Danny Boyle tuh sutradaranya di acara golden globe itu . Waduu gw mah musti/wajib deh nonton film2nya mr. Boyle. Dari Shallow Grave, Trainspotting, A Life Less Ordinary, The Beach, Millions, 28 Days Later, sampe Sunshine tidak ada yg mengecewakan gw. Selalu suka!!!

“Cerita tentang Jamal Malik (Patel), seorang anak yatim berumur 18 tahun yang berasal dari daerah kumuh Mumbai, yang berhasil mengikuti acara “Who Wants To Be A Millionaire?” hingga babak puncak. Karena keberhasilannya itu ia dicurigai berbuat curang. Lalu disekap dan disiksa polisi (khas bgt neh polisi2 kejam film india) Di ruang interogasi itulah semua terungkap mengapa si Jamal yg tak berpendidikan formal bisa dengan mudahnya menjawab semua pertanyaan2 kuis itu. Kebetulan, pertanyaan di kuis itu, jawabannya ia ketahui berdasarkan “pelajaran” dalam kehidupannya yg keras.”

Film ini emang bener2 bagus. Tentang perjuangan untuk meraih keberhasilan/kebahagian. Setting di perkampungan yg amat sangat kumuh di Mumbai. Memperlihatkan kerasnya usaha untuk bertahan hidup. Juga cerita tentang takdir cinta yg kalau memang jodoh ya jodoh.

Saat film selesai dan ada aksi joget2 khas film india, baru gw sadar.. oh iya yah.. ini kayak film2 bollywood. Yah, itu sekedar karena aktor/aktrisnya yg semua orang india (or british-india). Lalu settingnya di India juga. Jangan kuatir deh, gak ada kok cheesy2 scene khas film2 india kayak joget2 (yah kecuali di ending itu yg ceritanya siih khayalan Jamal n Latika yg mewujudkan impian masa kecil mereka), nyanyi2, menye2 nangis2.

Good Directing, Great Acting (bahkan tokoh Jamal kecil juga terlihat natural), Good Story, Good Music Score. Mantabs!

Well done Mr. Boyle !!!

4.5 out of 5

THE DARK KNIGHT is My Best Movie in 2008

Posted by nDoet On December - 25 - 2008

Hmm.. ini postingan trakhir sebelum besok gw berangkat menuju jawa tengah. See you again in 2009 !!!

Banyak sekali film2 keren di tahun ini. Tapi yg terKEREN buat gw cuma satu. THE DARK KNIGHT.

Ceritanya padat. Tidak meninggalkan celah untuk sejenak berpaling dari layar bioskop, sejak awal sampai akhir film. Banyak orang2 bilang, kalau ini bukan film Batman, tp film Joker. Tapi gw gak setuju, film ini tetaplah film Batman. Film di mana Bruce Wayne yg belum lama menjadi Batman, semakin matang. Semakin berpengalaman. Kegilaan2 Joker yg meneror secara terus-menerus adalah ujian paling tepat yg layak dilewati oleh sang ksatria gotham. Apakah dia benar2 layak menjadi pelindung Gotham.

Dari segi akting, semuanya pas n keren. Mr. Bale as Bruce/Batman, Aaron Eackhart as Harvey Dent/Two-Face (AWESOME!!!), Michael Caine, Gray Oldman, Morgan Freeman sampai Magie Gylenhall yg lebih ok n pas memerankan Rachel Dawes. Dan yg paling menonjol tentulah (alm.) Heath Ledger sebagai the genious psychopat, a better class of criminal, agent of chaos, prince of clown, THE JOKER. A mad freak that do crime only for pleasure. For entertaining him. Dan (alm.) Heath Ledger SUKSES besar memerankan tokoh itu. Sebuah penampilan akting memerankan tokoh penjahat yg tak akan pernah terlupakan. Maafkan gw yg sempat meragukanmu. ^^

Kalo di Batman Begins, gw terkagum-kagum sama Tumblernya. Di TDK, Batpodnya benar2 freakin’ AWESOME !!! Penampilan perdananya dimana ternyata Batpod adalah bagian dari Tumbler, benar2 ide yg amat sangat brilian. Salut! Dan jiwa bocah dalam diri gw pun berkata “gw musti punya tuh Batpod!” Yah action figurenya sii. Gak mungkin yg aslinya kan ^^

Terakhir, SUPERB Score. Anjriiiiiit lah pokoknya. Duet Hanz Zimmer dan James Newton Howard benar2 canggih. Dapet bgt lah.

Yah gitulah kira2 yg bikin gw memfavoritkan film The Dark Knight di tahun ini. Total gw nonton di bioskop 2x. Gw juga (kok ya bisa2nya) beli dvd TDK dari kualitas bioskop, screener, copy ori, sampe akhirnya beli yg The Dark Knight 2-Disc Special Edition.

Oh Zooey !

Posted by nDoet On September - 8 - 2008

Udah lama gak posting review-an film. Yah ini dia review 2 film trakhir yg gw tonton. Dua-duanya dibintangi oleh favorite aktris gw saat ini, Zooey Deschanel. I Adore You, Zooey :)
Review2 ini gw copas dari review-an gw di salah satu movie forum :)

Flakes… Gw suuuuuuuuuuuuuka banget ni film! Cerita ttg Neal Downs (huehehe namanya :p) seorang yg sedang berusaha merilis album dan dia nyambi kerja sampingan di sebuah tempat sarapan cereal bernama Flakes. Saking jago n sukanya sama cereal, fokus Neal ke music makin berkurang. Sementara cewenya dia Pussy Katz (huahahah ) selalu ngingetin dia buat lebih fokus ngejar cita2nya daripada hanya mengurus Flakes. Zooey Deschanel is soooooooooo CUTE ! Lalu muncul saingan dibisnis cereal ini yg bikin semuanya berantakan. Dan Neal harus berusaha fix things sebelum dia kehilang semuanya, Flakes, Katz juga impiannya. Film ringan yg bagus!!! Seringan flakes yg enak :p

Baru tau gw ada cereal bar. Tempat orang nongkrong n makan cereal. Lalu ternyata cereal bisa jd collector’s item juga :p Ada tokoh yg suka bidding cereal2 langka di ebay. Truss di jual ke Neal di Flakes. Huueheheh emang si bentuk box2nya itu menarik.

8/10

===========================================================

The Go-Getter… yg bikin gw suka ni film, pertama-tama adalah Zooey Deschanel Lalu music oleh M.Ward (tandem Z Deschanel di She&Him) memberi nuansa Indie-rock. Dan amat sangat sempurna mengisi scene2 yg ada.

Cerita ttg seorang pemuda 19 tahun Mercer (Pucci) yg mencuri sebuah mobil untuk mencari dan memberi tahu kakak laki2-nya yg sudah lama tak pernah ditemuinya, bahwa ibu mereka telah meninggal. Ini juga sebuah perjalanan untuk mengurangi rasa berdukanya. Belum jauh perjalanan, tiba2 hp di mobil curian yg dia pakai berbunyi. Ternyata itu adalah Kate (Zooey Deschanel) sang pemilik mobil. Bukannya melaporkan pencurian ini, Kate malah menjadi teman bicara Mercer. Terjadilah hubungan yg erat antara mereka.

Seperti tipikal film2 journey/road-trip lainnya, nantinya Mercer bertemu banyak karakter. Lalu scene2 dengan tempat2 yg disinggahi Mercer banyak yg menarik. Gw juga suka bgt momen2 saat Mercer berkhayal bahwa Kate benar2 ada bersamanya padahal mereka hanya bicara lewat handphone.

8.5/10

Coming Soon : The Punisher : War Zone.

Posted by nDoet On July - 25 - 2008

Setelah The Dark Knight.. yg sukses jd my favorite best movie of the year.. bakal ada satu lagi film yg diangkat dari Comic (kini giliran Marvel) yg kemunculannya sangat gw nanti-nantikan. Film itu adalah The Punisher : War Zone. Kali ini Ray Stevensson (paling ngetop di Serial Rome) yg jadi Frank Castle. Dan dari gosip2 yg beredar katanya Punisher yg ini bakal manteb n brutal aksi2nya. Yeaaaaaaaaaaaaaaaah!

Ini beberapa poster yg super-duper-keren-abis!!! ambil dari ign.com

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Sumpah keren2 abis. Kayak cover2 di comicnya. Dah gitu keliatan betapa sangar-sadis-kejamnya Frank Castle!. Watch out, bad guys! Vengeance Has A Name.

Taaaaaaaak sabar aku pingin nonton !!!!!!!!!!!!!! Kapan yah rilisnya ? ^^

The Dark Knight… PERFECT !!! 10/10

Posted by nDoet On July - 21 - 2008

Co-Pas from my friendster :)

I’ve already watch this movie 2 times. O yes, there’ll be the 3rd and maybe 4th times ^^
Great Screenplay, Great Cinematography, Good Directing, Good Act from mr. Bale, mr. Caine, mr. Freeman, mr. Oldman and ms. Gylenhall (forget Katie Cruise ^^), and also SUPERB performance from Aaron Eckheart n Heath Ledger! I think all the cast is fit n perfect!
Well Heath Ledger is simply the best from all!! May he rest in peace :)
If Jack Nicholson is borned to played the Joker. Heath Ledger is the Joker! A Psychotic maniac with crazy gameplan. One man that can put a city (Gotham) into nightmare. Even turn a Hero to become a villain! Chaos chaos chaos!
The scoring is haunting everytime! Especially when there are scenes involving the joker. Only “Ngiiiiiiiiiiiiiiiiing” sound.. from low n high up… it just makes the Joker more scarier.
The Batpod first appearances is fokin awesome too!!! fuk fuk fuk!!!
Nuff said… go to the cinema near you n watch this awesome 2 n a half lenght movie! Perfect!
Best Movie from comic adaptation EVER!
This Movie is Insane !!!
Perfect !!!
10/10
PS : This Movie isn’t suitable for children. Parental Guiding is a must. Beware of the Joker. Your children may took a very2 long time to forget about him ^^

Choose Side !

Posted by nDoet On July - 11 - 2008

Yeaaaaaah… 4-5 hari lagi menuju pemutaran perdana The Dark Knight !!! Ndak saaaaabarrrrrrr saya. Pengen nonton pengen nonton pengen nonton pengen nonton !!!

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=WaIR9dAZRR0]

So.. which side would you choose ?

Great Scene from 25th Hour

Posted by nDoet On April - 25 - 2008

Kalian tau film 25th Hours yg diperankan Edward Norton (as Monty Bragan) ? Ada satu adegan dalam film itu yg terekam kuat di ingatan gw. Adegan saat Monty Bragan berada di toilet berbicara sama diri sambil menatap cermin yang bertuliskan “Fuck You.”

Well… ini dengan dialog panjang (dalam scene itu) yang dengan sukses diucapkan oleh Edward Norton dengan perfect !!! Emang canggih nih Mr. Norton !!!

taken from imdb.com

Monty Brogan: Well, fuck you, too. Fuck me, fuck you, fuck this whole city and everyone in it. Fuck the panhandlers, grubbing for money, and smiling at me behind my back. Fuck the squeegee men dirtying up the clean windshield of my car. Get a fucking job! Fuck the Sikhs and the Pakistanis bombing down the avenues in decrepit cabs, curry steaming out their pores, stinking up my day. Terrorists in fucking training. SLOW THE FUCK DOWN! Fuck the Chelsea boys with their waxed chests and pumped up biceps. Going down on each other in my parks and on my piers, jingling their dicks on my Channel 35. Fuck the Korean grocers with their pyramids of overpriced fruit and their tulips and roses wrapped in plastic. Ten years in the country, still no speaky English? Fuck the Russians in Brighton Beach. Mobster thugs sitting in cafés, sipping tea in little glasses, sugar cubes between their teeth. Wheelin’ and dealin’ and schemin’. Go back where you fucking came from! Fuck the black-hatted Chassidim, strolling up and down 47th street in their dirty gabardine with their dandruff. Selling South African apartheid diamonds! Fuck the Wall Street brokers. Self-styled masters of the universe. Michael Douglas, Gordon Gekko wannabe mother fuckers, figuring out new ways to rob hard working people blind. Send those Enron assholes to jail for FUCKING LIFE! You think Bush and Cheney didn’t know about that shit? Give me a fucking break! Tyco! Worldcom! Fuck the Puerto Ricans. 20 to a car, swelling up the welfare rolls, worst fuckin’ parade in the city. And don’t even get me started on the Dom-in-i-cans, ’cause they make the Puerto Ricans look good. Fuck the Bensonhurst Italians with their pomaded hair, their nylon warm-up suits, their St. Anthony medallions, swinging their, Jason Giambi, Louisville slugger, baseball bats, trying to audition for the Sopranos. Fuck the Upper East Side wives with their Hermes scarves and their fifty-dollar Balducci artichokes. Overfed faces getting pulled and lifted and stretched, all taut and shiny. You’re not fooling anybody, sweetheart! Fuck the uptown brothers. They never pass the ball, they don’t want to play defense, they take five steps on every lay-up to the hoop. And then they want to turn around and blame everything on the white man. Slavery ended one hundred and thirty seven years ago. Move the fuck on! Fuck the corrupt cops with their anus violating plungers and their 41 shots, standing behind a blue wall of silence. You betray our trust! Fuck the priests who put their hands down some innocent child’s pants. Fuck the church that protects them, delivering us into evil. And while you’re at it, fuck JC! He got off easy! A day on the cross, a weekend in hell, and all the hallelujahs of the legioned angels for eternity! Try seven years in fuckin’ Otisville, J! Fuck Osama Bin Laden, Al Qaeda, and backward-ass, cave-dwelling, fundamentalist assholes everywhere. On the names of innocent thousands murdered, I pray you spend the rest of eternity with your seventy-two whores roasting in a jet-fuel fire in hell. You towel headed camel jockeys can kiss my royal Irish ass! Fuck Jacob Elinsky, whining malcontent. Fuck Francis Xavier Slaughtery my best friend, judging me while he stares at my girlfriend’s ass. Fuck Naturelle Riviera, I gave her my trust and she stabbed me in the back, sold me up the river, fucking bitch. Fuck my father with his endless grief, standing behind that bar sipping on club sodas, selling whisky to firemen, cheering the Bronx bombers. Fuck this whole city and everyone in it. From the row-houses of Astoria to the penthouses on Park Avenue, from the projects in the Bronx to the lofts in Soho. From the tenements in Alphabet City to the brownstones in Park slope to the split-levels in Staten Island. Let an earthquake crumble it, let the fires rage, let it burn to fucking ash and then let the waters rise and submerge this whole rat-infested place.
[pause]

Monty Brogan: No. No, fuck you, Montgomery Brogan. You had it all, and you threw it away, you dumb fuck!

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=5Za2k5wA3sk]

*fiuuhh* a breathtaking moment!!!.. Good dialog.. especially the last part after pause when he cursed himself.