Tadi liat di berita.. ada bayi kembar siam yg saat ini di rawat di RS Soetomo di Surabaya. Tim dokter disana memutuskan tidak akan melakukan operasi pemisahan karena 2 bayi itu berbagi jantung dan liver… OMG! Poor babies…
So.. now is just a matter of time before they going back to God’s side…
Apakah memang kondisi seperti ini benar2 tidak bisa diatasi? Kalo diluar negeri (misal:amerika) juga gitu?
Ini beritanya :
RSU dr Soetomo Terima Bayi Kembar Siam ke-30
suarasurabaya.net| RSU dr Soetomo mendapat pasien bayi kembar siam ke-30 dari Sidoarjo. Bayi yang dinamakan SRI MULYANI dan SRI LESTARI ini lahir 29 Januari 2008 dari pasangan SIGIT (25) dan SANTI (25) warga Krian, Sidoarjo.
Bayi berjenis kelamin perempuan ini dempet pada bagian dada dan perut dengan organ jantung dan liver menyatu. Pada organ jantung, hanya terdapat 3 bilik. Normalnya, ada 4 bilik. Selain itu, bayi ini memiliki kelainan ompalocel atau tidak sempurnanya pembentukan dinding kulit perut saat masih dalam kandungan. Ini menyebabkan usus bayi tersebut keluar dan rawan menderita infeksi.
Karena kelainan-kelainan itulah tim dokter menyatakan bayi kembar siam ini tidak dapat dipisahkan (unseperated conjoin twin). Dr AGUS HARIYANTO juru bicara tim penanganan bayi kembar siam RSU dr Soetomo pada suarasurabaya.net mengatakan bayi SANTI I dan SANTI II ini tidak mungkin dipisah karena memiliki sistem bilier, jantung, dan empedu yang menyatu.
Kelainan jantung pun, kata AGUS, membuat harapan hidup bayi-bayi ini semakin tipis. Dr URIP MUTEJO Ketua Forum Pers RSU dr Soetomo pada bagian lain mengatakan akibat kelainan jantung yang diidap, bayiini sangat tergantung dengan pasokan oksigen dari luar.
“Kalau tidak kita beri oksigen, tubuhnya bisa membiru semua karena kekurangan oksigen,” ujarnya.
Karena tidak mungkin dipisahkan, kata URIP, saat ini pihaknya berkonsentrasi menambah kualitas dan mempertahankan kehidupan bayi-bayi ini selama mungkin.
Mengenai biayanya, tambah URIP, RSU dr Soetomo menanggung seluruh ongkos pengobatan dan rawat inap. Saat ini bayi kembar siam ini dirawat di ruang neo natus intensive care unit RSU dr Soetomo.(edy)
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
| Bayi Kembar Siam di Surabaya Mustahil Dipisahkan (source : http://suryalive.com/content/view/309/ |
) |
Marta Nurfaidah | Surabaya - Peluang hidup bayi kembar siam di Rumah Sakit dr Soetomo, Surabaya, susah diharapkan berlangsung lama. Itu karena sejumlah organ vitalnya menyatu sehingga mustahil dipisahkan dengan meniadakan salah satunya.”Tidak etis menyelamatkan salah satu,” kata ketua tim dokter bayi kembar siam, Dr Urip Murtedjo SpB-KL di Surabaya, Kamis (7/2).
Tipe kembar siam kali ini dalam istilah medis disebut thorachoabdominopagus, dempet dada atas sampai perut bawah disertai kelainan omthalochel, ada celah di bawah tali pusar yang berbentuk benjolan dilapisi kulit dan isinya adalah usus yang keluar. Bayi tersebut sebetulnya lahir di RS Al Islam Mawardi, Kecamatan Krian, Sidoarjo sejak 29 Januari pukul 23.00 WIB.
Mereka anak pertama pasangan Sigit Widiantoro, 25, dan Santi Gerhana Sari, 25, warga Dusun Jeruk, Desa Gamping, Krian. Terlahir lewat operasi caesar setelah dalam kandungan 9 bulan 10 hari, bayi itu diberi nama Sri Mulyani Indah Savitri dan Sri Lestari Endang Pratiwi. Tapi seperti biasa, tim dokter cukup menyebutnya bayi Santi I dan Santi II, merujuk nama ibunya. Sehari setelah kelahirannya, bayi kembar siam tersebut dibawa ke RS dr Soetomo dan sekarang dirawat di ICU IRD lantai II rumah sakti itu.
Tim dokter memutuskan tidak akan memisahkan bayi tersebut karena jantung dan livernya menjadi satu. Jantungnya punya tiga bilik tapi serambinya empat. Sedangkan pembuluh besar pada jantungnya sangat kompleks karena letaknya tidak beraturan. “Kami hanya berusaha membat mereka survive,” kata Urip Murtedjo.
Sementara ini, perawatan dilakukan dengan memberinya oksigen karena mereka mengalamai payah jantung. Tubuhnya membiru karena berat badannya terus bertambah. Tim dokter memberinya susu formula dengan dosis 12 x 5 Cc per dua jam melalui sonde atau selang ke hidung. Menurut dr Urip, Santi I dan Santi II adalah bayi kembar siam ke-30 yang dirawat di RS dr Soetomo sejak 1976. Hanya 11 bayi yang bisa bertahan, sisanya meninggal dunia. “Bayi unseparated yang pernah ada seperti ini, paling lama bertahan hingga tiga bulan,” katanya.